Langsung ke konten utama

TANTANGAN PEMBELAJARAN ABAD 21


      
        Melihat ke keadaan sekarang, sedikit banyak kita sudah mulai menerapkan pembelajaran abad 21 di kelas. Khususnya sekolah-sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013. Sebelumnya guru merupakan sumber informasi namun saat ini peserta didik dapat mengumpulkan informasi dari mana saja, baik dari buku, internet, maupun antar peserta didik sendiri. Kemajuan dalam bidang teknologi dan komunikasi juga mendukung penerapan pembelajaran ini, sekolah dapat membangun jaringan belajar antar sekolah regional dan mungkin jaringan sekolah antar negara (borderless). 


Namun penerapan pembelajaran abad 21 tidak lepas dari masalah. Salah satunya adalah bagaimana guru mempersiapakan  peserta didik untuk siap menerima pembelajaran kontemporer ini. Pendidik setidaknya harus mampu menyiapkan anak didiknya menghadapi tiga hal:

1.  Menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang pekerjaannya saat           ini belum ada;
2.  Menyiapkan anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang               masalahnya saat ini belum muncul, dan
3.  Menyiapkan anak untuk bisa menggunakan teknologi yang               sekarang teknologinya belum ditemukan. 
Sungguh sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi dunia pendidikan. Apa langkah awal kita agar pembelajaran ini dapat dinikmati proses maupun hasilnya bagi peserta didik.  Jangan malah kebijakan penerapan pembelajaran ini malah menjadi beban bagi mereka. Sebagai mana yang kita ketahui, tidak semua peserta didik memiliki bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang sama dalam menganggapi suatu perubahan. Hendaknya hal ini perlu dicermati oleh para tenaga pendidik sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tidak membebani peserta didik.




Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Saya akan menanggapi pernyataan no.1 . Bagaimana Menyiapkan anak untuk bisa bekerja yang pekerjaannya saat ini belum ada . Anak hrus melatih skill yang ia miliki. Misal lebih sering melatih dan mengasah kemampuan IT nya agar dapat menghadapi pekerjaan yang belum ada.

    BalasHapus
  3. Saya ingin mengomentari permasalahan nomor 2. Bagaimana mengarahkan siswa untuk bisa menyelesaikan masalah yang masalahnya saat ini belum muncul adalah. Cara mengarahkan siswa siap menghadapi masalah tersebut adalah dengan membuat inovasi dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju dengan pernyataan saudari santi. Kita membuat inovasi pembelajaran. Terima kasih

      Hapus
  4. Tantangan pendidik dan pelajar sangatlah besar, tapi bukan tidak munggkin untuk bisa di atasi, saya akan memberikan trik bagaimna menyiapkan siswa yaitu kita sebagai pengajar harus memotivasi siswa untuk serius belajar, ajarkan banyak membaca, ajarkan bertanggung jawab, arahkan memilih teman yang baik dan menjadi teman yang baik.

    BalasHapus
  5. Menyiapkan anak untuk bisa menggunakan teknologi yang sekarang teknologinya belum ditemukan yaitu dengan cara membiasakan anak untuk selalu mengakses informasi yang aktual tentang berbagai hal, khususnya masalah teknologi.

    BalasHapus
  6. Menanggapi soal nomor 1 bahwa menyiapkan anak untuk bekerja sedangkan pekerjaannya tidak ada itu perlu pengebanan inovasi skil terlebih dahulu terhadap anak2 agar mampu mengemban suatu pekerjaan di dunia kerjannya

    BalasHapus
  7. langkah awal agar pembelajaran ini dapat dinikmati proses dan hasilnya, sebaiknya guru mewajibkan siswa membaca materi pelajaran, guru menggunakan model, teknik dan metode yg sesuai dengan materi agar pembelajaran menjadi lebih menarik, saat siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik tentu saja hasil yg didapatkan akan baik juga

    BalasHapus
  8. Tantangan pendidik dan pelajar sangatlah besar, tapi bukan tidak munggkin untuk bisa di atasi, saya akan memberikan trik bagaimna menyiapkan siswa yaitu kita sebagai pengajar harus memotivasi siswa untuk serius belajar, dsb. Terimkssih

    BalasHapus
  9. Saya akan menanggapi yang no 2 bagaimana menyiapkan anak menggunakan teknologi
    Yaitu dengan membekali anak tentang positif dan negatifnya teknologi tersebut agar anak tahu apa kegunaanya. Dan membiasakan anak menggunakan teknologi sehingga anak mengerti tentang teknologi

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju dengan pendapat Nurfitri Eliza Lubis bahwa kita perlu membekali anak mengenai informasi dampak positof dan negatif penggunaan teknologi. disamping itu, peran pengawasan orang tua dan guru juga sangat penting agar anak terhindar dari pengaruh negatifnya

      Hapus

Posting Komentar